Senin, 01 Juni 2015

Definisi Ikan


1. Definisi ikan

Secara sempit, ikan ialah semua jenis hewan yang termasuk dalam klas Pisces. Kelompok ini sering disebut dengan istilah Ikan Bersirip atau Finfish. Data FishBase sampai tahun 2004 melaporkan
4.161 jenis atau spesies ikan yang dilaporkan telah ditemukan di wilayah perairan Indonesia. Dari jumlah tersebut, 3.240 jenis ialah ikan Laut. Walaupun masuk dalam kategori ikan laut, beberapa diantara spesies tersebut ada yang melakukan pergerakan ke badan sungai melalui muara, bahkan sampai menempuh jarak ratusan km ke arah sungai. Ikan Gulamah, Nibea squamosa (Sasaki, 1992), tercatat ditemukan di daerah Irian Jaya Papua, mampu bermigrasi jauh ke sungai. Habitat aslinya ialah pantai dengan substrat dasar berlumpur atau pasir.

Berdasarakan ketentuan perikanan (Undang Undang No. 31 tahun 2004), ikan didefinisikan sebagai semua jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan. Rumput laut, Eucheuma cottonii (Webber-van Bosse, 1913) dengan demikian, secara hukum bisa disebut ikan, atau, ialah komoditas perikanan. Secara ilmiah, definisi ini tentu saja tidak bisa diterima, dan bisa merubah sistem nomenklatur yang selama ini sudah disepakati secara global. Namun untuk kepentingan mengenal produk atau komoditas perikanan, kita akan menggunakan istilah ini. Pada sisi lain, kita juga tetap menggunakan pedoman dasar secara ilmiah bahwa ikan ialah semua hewan yang termasuk dalam klas Pisces.



2 kategori ikan

Berdasarkan ketentuan statistik yang dikeluarkan Pemerintah, klasifikasi jenis hasil tangkapan dari perikanan laut dibedakan menurut kategori berikut:

   Ikan Bersirip (45 kategori)

   Binatang Berkulit Keras (8 kategori)

   Binatang Berkulit Lunak (8 kategori)

   Binatang Air lain (4 kategori)


   Tanaman Air (1 kategori)

Masing-masing kategori diberikan penjelasan secara morfologis dengan karakteristik habitat tempat hidupnya, seperti: kelompok ikan Pelagis - Demersal, Oseanik Neritik, substrat keras – lunak, Terumbu Karang, Bakau, Lamun. Sebagai contoh: ikan Tuna termasuk dalam jenis ikan Pelagis Oseanik, sedangkan ikan kerapu termasuk kategori Demersal yang terkait dengan habitat Terumbu Karang.



3 morfologi ikan

Sebelum mendalami jenis ikan dengan ciri morfologinya, ada baiknya kalau kita mengenal beberapa terminologi yang digunakan untuk dalam mempelajari morfologi ikan sebagai berikut:





Keterangan :

    Maxilla atau Jaw ialah istilah untuk rahang. Premaxilla adalah tutup atau bagian depan rahang yang bisa ditarik;

    Nostril ialah istilah untuk hidung;

    Chin ialah istilah untuk dagu, di bawah rahang bagian bawah;

    Operculum ialah tulang penutup insang, terdiri dari empat jenis yaitu: Opercle, Preopercle,
Interopercle and Subopercle;

    Nape ialah kuduk, daerah kepala di atas dan di belakang mata, bagian paling keras dalam membuat filet ikan;

    Gill  ialah  istilah  untuk  insang,  terdiri  dari  Gill  racker,  Gill  arch  dan  Gill  filament  untuk menyaring oksigen;

    1st dorsal fin ialah sirip punggung pertama, biasanya mengandung beberapa duri keras; 2nd
dorsal fin = sirip punggung kedua;

    Pectoral fin ialah sirip dada, umumnya terdiri dari satu atau lebih duri keras;

    Pelvic fin ialah sirip perut; anal fin = sirip dubur atau anus, letaknya di belakang anus;

    Lateral line ialah gurat sisi, yaitu garis dimulai dari tutup insang ke arah ekor;

    Suborbital plate ialah daerah di bawah mata;

    Caudal peduncle ialah daerah di belakang sirip punggung dan sirip dubur sampai awal sirip ekor;

    Caudal fin ialah istilah untuk sisip ekor, bentuk percabangan sirip ekor berbeda untuk jenis ikan yang berbeda. Rounded = istilah untuk sirip ekor yang bentuknya bulat melingkar;


    Truncate ialah istilah untuk sirip ekor yang lurus dari atas ke bawah; Emarginate = bentuk sirip ekor antara Truncate dan lunat; Lunate = bentuk sirip ekor menyerupai bulan sabit; Forked = bentuk sirip ekor yang bercagak dalam; Pointed = bentuk sirip ekor yang ujungnya menyatu (tidak bercabang) dan runcing;


Ikan yang berbeda jenis mempunyai bentuk badan yang berbeda, sehingga bentuk badan juga bisa digunakan untuk mengenali jenis. Pipih adalah istilah untuk menjelaskan bentuk badan yang melebar ke samping (lateral) atau ke atas (vertikal). Bulat adalah istilah untuk menjelaskan bentuk badan yang sebaliknya, tidak melebar ke samping atau ke atas. Bentuk badan bulat bisa dijelaskan secara lebih rinci, seperti terpedo atau cerutu.

Posisi mulut ikan juga bisa digunakan untuk mengenali jenisnya. Terminal adalah posisi mulut di tengah bagian depan, dimana posisi rahang atas dan bawah seimbang. Sub-terminal adalah posisi mulut sedikit di bagian bawah moncong. Inferior adalah istilah untuk posisi mulut di bawah. Superior adalah istilah untuk posisi mulut dimana rahang bawah lebih di depan daripada rahang atas.


Jenis gigi pada rahang incisor adalah istilah untuk bentuk gigi jenis pemotong. Canine adalah istilah untuk jenis gigi bentuk taring. Molar adalah istilah untuk gigi pengunyah. Sedangkan villiform untuk gigi banyak tapi ukurannya sangat kecil.

Keterangan :

   Istilah ukuran panjang ikan berbeda berdasarkan posisi pengukurannya. Panjang Total (Total
Length) adalah panjang dari ujung mulut sampai akhir sirip ekor. Fork Length adalah panjang


yang  diukur  dari  ujung  mulut  sampai  batas  percabangan  sirip  ekor.  Panjang  Standar
(Standard Length) adalah panjang dari ujung mulut sampai pangkal sirip ekor.

   Finlet adalah istilah untuk sirip tambahan selain yang sudah normal, umumnya terletak di belakakng sirip punggung kedua atau di belakang sirip dubur.

   Adipose  fin  adalah  sirip  kecil  dari  daging  tanpa  tulang  yang  terletak  di  belakakng  sirip punggung,  terutama  ikan-ikan  bertulang  keras  yang  masih  primitif,  seperti  ikan  Beloso (family Synodontidae).

   Keel adalah tonjolan yang kuat pada bagian belakang caudal peduncle atau awal sirip ekor (pada  sisi  lateral).  Ciri  ini  sangat  khas  untuk  ikan-ikan  perenang  cepat  dengan  Caudal peduncle yang kecil dan bentuk sirip ekor Lunate (bulan sabit)

   Scute adalah tonjolan kulit ke arah luar yang berasal dari sisik pada ikan-ikan bertulang keras, seperti family Carangidae. Scute sering muncul sebagai kelanjutan dari gurat sisi di bagian mendekati ekor atau Caudal peduncle.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar