Jumat, 08 Mei 2015

pengukuran debit air dengan metode pelampung



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.         Latar Belakang

Air merupakan bagian yang esensial dari protoplasma dan dapat di katakana bahwa semua jenis kehidupan bersifat aquatik. Beberapa faktor tersedianya air antara lain curah hujan, kelembaban, penguapan, angin, suhu dan udara.
Limnologi merupakan ilmu dari perairan umum, berhubungan seluruh faktor yang mempengaruhi populasi yang hidup didalam perairan itu. Tidak benar menyatakan bahwa limnologi adalah sebagai kajian perairan tawar karena pada daerah kering, genangan yang ada sungguh beragam. Debit air adalah besarnya air yang mengalir persatuan waktu tertentu yang mengalir dalam suatu penampang tertentu (sungai / saluran / mata air). Kondisi suatu perairan sangat tergantung dengan debiat air yang ada. Jika debit air cukup tinggi maka dapat mendukung kelangsungan hidup organisme didalamnya. Debita air yang cukup, mampu mendukung kegiatan perikanan khususnya bbudidaya ikan. Pengukuran debit air penting guna untuk mengetahui kemampuan perairan untuk dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pengukuran debit air sangat dipengaruhi oleh kecepatan arus air. Kecepatan arus yang berkaitan dengan pengukuran debit air ditentukan oleh kecepatan gradien permukaan, tingkat kekasaran, kedalaman, dan lebar perairan. Pengukuran debit air juga sangat memiliki peranan yang penting dalam dunia perikanan atau pemanfaatan perairan. Melalui pengukuran debit air maka dapat diketahui kemampuan perairan untuk menyuplai air untuk kebutuhan mahkluk hidup seperti manusia, maupun hewan dan tumbuhan. Didalam dunia perikanan memiliki peran yang setrategis dimana air adalah komponen utama dalam budidaya perikanan.


1.2.            Tujuan
Agar mahasiswa mengetahui cara untuk menghitung debit air di suaru perairan
Agar mahasiswa mengetahui bagaimana debit air yang baik untuk digunakan dalam budidaya perairan, dan manfaatnya bagi kelangsungan hidup organism di dalamnya.




















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Sachlan (1980) perairan umum merupakan sumberdaya yang mempunyai potensi besar baik bagi perikanan maupun untuk kehidupan manusia. Air merupakan bagian yang esensial dari protoplasma dan dapat dikatakan bahwa semua jenis makhluk hidup bersifat aquatic. Air juga merupakan zat yang mengelilingi semua organisme dan merupakan bagian-bagian terbesar pembentuk tumbuh-tumbuhan dan binatang air (Nybakken, 1982). Kualitas air dan kuantitas air suatu perairan yang sangat dipengaruhi parameter fisika, kimia, biologi (Bishop, 1973).
Arus merupakan gerakan yang mengalir dari suatu massa air yang disebabkan oleh desitas air lau, tiupan angin atau dapat pula disebabkan gerakan bergelombang panjang. Selanjutnya Sidjabat (1976), arus adalah pergerakan massa air secara horizontal yang disebabkan oleh angin yang bertiup terus menerus  dipermukaan dan desitas air laut.Apabila diperhatikan arus ini pada bagian permukaan akan sulit untuk diramal kemana arah arus tersebut. 
Kecepatan dan arus tidak selalu mengikuti pola tertentu, hal ini disebabkan kondisi perairan muara yang sangat kompleks dan merupakan kombinasi dari beberapa faktor. Mc. Dowel dan O’ Connor (1977) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pola arus di perairan muara diantaranya adalah pasang surut dan arus limpasan air sungai.
Penentuan debit air sungai diperlukan untuk mengetahui besarnya air yang mengalir dari sungai ke laut. Dalam penentuan debit air sungai perlu di ketahui luas penampang stasiun, yaitu dengan mengukur kedalaman, masing-masing titik pengukuran (Ongkosongo, 1980).







                                                                                                                        
BAB III
METODOLOGI
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum pengukuran debit air dengan metode pelampung dilaksanakan pada hari rabu, 6 Maret 2013 bertempat di Departemen Perikanan PPPPTK PERTANIAN CIANJUR.

3.2.  Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum pengukuran debit air ini adalah:
*      Pelampung (bola pimpong)
*      Roll meter
*      Stop watch
*      Tali raffia
*      Pasak bambu
*      Palu kayu
*      Alat tulis
*      Saluran air sungai

3.3. Prosedur Kerja
A. Menentukan Kecepatanaliran air sungai
1.      Tentukan lokasi daerah pengukuran (hulu sungai)
2.      Pasang pasak no 1di sebelah kiri saluran, kemudian tegak lurus kea rah seberang, pasang pasak no 2
3.      Hubungkan kedua pasak dengan menggunakan tali rafiab(daerah pengukuran I)
4.      Pasang pasak no 3 dan 4 dengan jarak 25 meter (D) kea rah hilir dari pasak no 1 dan 2
5.      Hubungkan kedua pasak dengan menggunakan tali raffia (daerah pengukuran II)
6.      Hanyutkan pelampung dengan jarak kurang lebih 25 meter dari batas daerah pengukuran I
7.      Sesaat kemudian hidupkan stopwatch, saat pelampung tepat berada di bawahtali batas daerah penampang I
8.      Matikan stopwatch saat pelampung telah mencapai tepat di bawah tali batas daerah penampang II
9.      Catat waktu tempuh dari penampang I ke penampang II
10.  Hitung kecepatan aliran air dengan menggunakan rumus : v = D/t (m/det)



B. menentukan luas daerah penampang
1.      Tentukan lebar saluran pada daerah penampang (L)
2.      Ukurlah kedalaman air pada daerah penampang I ulangi hingga 5 tempat (d1, d2, d3, d4, d5)
3.      Tentukan rata-rata kedalaman air:
4.      D= (d1+d2+d3+d4+d5)/5
5.      Hitungah luas daerah penampang basah;
6.      A= L x d (m2)
C. menentukan debit air
Q=v×A (m3/det)
























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Dari praktikum pengukuran debit air yang telah dilakukan, telah diperoleh hasil sbb:
a. hasil pengukuran debit air di kolam ikan bawal
b. hasil pengukuran debit air di aliran sungai.
D
T
V
25 cm
74 detik
0,33 m/s

Luas sungai
D
A
Luas sungai
D
A
A
Q (V×A)
130 cm
1.      34,5 cm
130 cm × 28,125 cm
140 cm
1.      17 cm
140 cm × 18 cm
= 2520 cm
= 0,25 cm
0,305 m2
=0,09 m3/s

2.      36 cm


2.      18,5 cm




3.      31 cm


3.      18 cm




4.      11 cm


4.      18,5 cm













4.2.Pembahasan
Praktikum menghitung debit air dilakukan dengan menggunakan metoda pelampung, praktikum dilaksanakan di aliran sungai dan di inlet kolam ikan bawal. Sungai yang dijadikan tempat praktek berukuran 130cm pada bagian hulu dan 140 cm pada bagian hilir, dengan jarak penampang I ke penampang II adalah 25 m.

1 komentar: