Jumat, 25 Januari 2013

laporan kontraksi otot jantung pada ikan mas dan ikan nila




                             
LAPORAN
PRAKTIKUM

Kontraksi Otot Jantung Ikan Mas Dan Ikan nila”








DisusunOleh :


Amril Mukminin

Mata Kuliah :Fisiologi Hewan Air
PROGRAM PENDIDIKAN D4    
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (PPPPTK) PERTANIAN CIANJUR
JOINT PROGRAM
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
      2012    












KATA PENGANTAR

Syukur AlhamdulillahpenulispanjatkankehadiratTuhan Yang MahaEsa yang mana telahmemberikanlimpahankesehatan, rahmatdankarunia-Nyasehinggalaporan hasil praktikum yang berjudulkontraksi otot jantung ikan mas dan ikan nilainidapatdiselesaikandenganbaik.
            Makalahinidisusundalamhaltugas Mata KuliahFisiologi Hewan Air.Atastersusunnyamakalahini, penulisucapkanterimakasihkepada :
1.      BapakLaode M. Abdi Poto, S.St Pi, M.SidanIbu Leli Lisnawati, SPi dan Ibu Yuli ,SPi selakudosen Mata KuliahFisiologi Hewan Air.
2.      Kedua orang tuatercinta yang selalaumemberikando’adandukungannya`.
3.      Semuapihak yang telahmendukungdalampenyelesaianmakalahini.
Penulismenyadaribahwadalampenyusunanlaporaninimasihterlalubanyakkekurangan.Olehkarenaitu, sayaharapkritikdan saran yang membangundariberbagaipihakagar laporaninibisalebihbaiklagi.Penulisjugaberharapsemogalaporan hasil praktikuminidapatbermanfaatdalamhalilmupengetahuanbagikitasemua.



                                                                        Cianjur, 14 Desember 2012   
                                                                                               

                                                                                    penulis
Amril Mukminin

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii

BAB I. PENDAHULUAN................................................................................................ 1
1.1.LatarBelakang.................................................................................................. 1
1.2.TujuanPraktikum.............................................................................................. 1

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................... 2
2.1. Ikan Mas......................................................................................................... 2
2.2. IkanNila.......................................................................................................... 3
2.3. Jantung Ikan....................................................................................................4
2.4. Larutan Fisiologis............................................................................................5

BAB III. METODOLOGI................................................................................................ 6
3.1. WaktudanTempat......................................................................................... 6
3.2. AlatdanBahan.............................................................................................. 6
3.3. ProsedurKerja.............................................................................................. 7
3.4. Analisa Data................................................................................................. 7

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................................ 8
4.1. Hasil............................................................................................................. 8
4.2. Pembahasan.................................................................................................. 10

BAB V. PENUTUP........................................................................................................... 12
5.1. Kesimpulan..................................................................................................... 12
5.2. Saran............................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 13
                                                            


  





BAB 1

I. PENDAHULUAN


1.1.   Latar Belakang

      Ikan mas (cyprinus carpio) dan ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan air tawar yang telah lama dibudidayakan dan telah terdistribusi secara luas. Sistem jantung pada ikan merupakan organ sirkulasi darah dalam tubuh yang sifatnya tertutup.Jantung ikan terletak pada ruang pericardial di sebelah posteriol insang. Kontraksi otot jantung ikan merupakan salah satu sarana untuk mangkonversi energi kimia manjadi energi mekanik dalam bantuk tekanan dalam aliran darah. Secara garis besar jalannya aliran darah pada jantungikan yaitu ductus cuvieri, vena hepaticus, sinus venosusa, atrium, ventrikel, dan corus arteiosus. Sistem kerja jantung ikan memiliki dua mekanisme gerak yaitu systole dan diastole.Sistole adalah keadaan pada saat ventrikel menyempit dan berkontraksi sedangkan diastole adalah keadaan pada saat ventrikel mengembang dan relaksasi. Sinus venosis secara fungsional memiliki pace maker untuk mengatur kerja otot jantung.


1.2.    Tujuan praktikum
            Adapun tujuan dilakukannya praktikum Kontraksi Otot Jantung Ikan Mas ini adalah sebagai berikut:
ü  Mengetahui perbedaan antara detak jantung ikan Mas dan ikan nila.
ü  Mengamati bagaimana kerja otot jantung tanpa pengaruh organ tubuh lain.
ü  Mengetahui ketahanan jantung diluar tubuh ikan Mas.
ü  Membuktikan bahwa otot jantung adalah otot lurik tetapi bekerja seperti otot polos.
ü  Membuktikan berapa lama jantung ikan Mas mampu berdetak meski diluar tubuh






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Ikan Mas (cyprinus carpio)
Ikan Mas adalah Jenis ikan konsumsi air tawar. Nama ilmiahnya adalah cyprinus carpio dalam bahasa inggris ikan ini dikenal sebagaicarp fish.
Klasifikasi ikan mas ( Cyprinus carpio ) Saanin (1984) dalam Sulistio (2001) adalah sebagaiberikut:

Kingdo          :  Animalia
Filum            :  Chordata
Subfilum      :  Vertebrata
Kelas            :  Osteichthyes
Subkelas       :  Teleostei
Ordo             :  Ostariophysi
Subordo        :  Cyprinoidea
Famili           :  Cyprinidae
Genus           :  Cyprinus
Spesies : Cyprinus carpio L

Ikan Mas mempunyai ciri-ciri badan memanjang dan agak pipih, lipatan mulut dengan bibir yang halus, dua pasang kumis (barbels) yang kadang-kadang satu pasang diantaranya rudimenter, ukuran dan warna badan sangat beragam (Sumantadinata, 1983 dalam Wibawa, 2003).






2.2    Ikan nila (Oreochromis niloticus)
Ikan nila adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Nama ilmiahnya adalah Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa Inggrisdikenal sebagai Nile Tilapia.(Kottelat, 1993).
Kerajaan :
Filum       :
Kelas       :
Ordo        :
Famili      :
Genus      :
Spesies    :
Oreochromis niloticus

Ikan nila (Oreochromis niloticus) memiliki bentuk tubuh yang pipih ke arah vertikal (kompress) dengan profil empat persegi panjang ke arah anterior posterior. Posisi mulut terletak di ujung hidung (terminal) dan dapat disembulkan. Pada sirip ekor tampak jelas garis-garis vertikal dan pada sirip punggungnya garis tersebut kelihatan condong letaknya. Ciri khas nila adalah garis-garis vertikal berwarna hitam pada sirip ekor, punggung dan dubur. Pada bagian sirip caudal (ekor) dengan bentuk membulat terdapat warna kemerahan dan bisa digunakan sebagai indikasi kematangan gonad. Pada rahang terdapat bercak kehitaman. Sisik ikan nila adalah type ctenoid. Ikan nila (Oreochromis niloticus) juga ditandai dengan jari-jari dorsal yang keras, beitu pula pada bagian analnya. Dengan posisi sirip anal dibelakang sirip dada (abdominal). (Suyanto, 1994 dalam Wibawa, 2003).
Menurut Suyanto (1994) dalam Wibawa, (2003) ikan nila dapat hidup di perairan yang dalam dan luas maupun di kolam yang sempit dan dangkal. Nila juga dapat hidup di sungai yang tidak terlalu deras alirannya, di waduk, rawa, sawah, tambak air payau, atau di dalam jaring terapung di laut.
Ikan Nila merah Florida mempunyai tingkat kelangsungan hidup lebih baik pada slinitas 18 ppt dibandingkan dengan salinitas lebih rendah dan yang lebih tinggi, walaupun dapat dipelihara sampai salinitas 36 ppt (Watanabe et. al, 1990 dalam Arifin, 1995).

2.3.   Jantung Ikan
Jantung merupakan suatu pembesaran otot yang spesifik dari pembuluh darah atau suatu struktur muskular berongga yang bentuknya menyerupai kerucut dan dilingkupi atau diselimuti oleh kantung perikardial (perikardium). Pada ikan terdapat dibagian restral dari hati dan bagian ventral dari rongga mulut (Afandi dan Tang, 2002). Peranan jantung sangat penting dalam hubunganya dengan pemompaan darah keseluruh tubuh melalui sistem sirkulasi darah, sirkulasi darah adalah sistem yang berfungsi dalam pengangkutan dan penyebaran enzim, zat nutrisi, oksigen, karbondioksida, garam-garam, antibodi dan senyawa N, dari tempat asal keseluruh bagian tubuh sehingga diperlukan tekanan yang cukup untuk menjamin aliraqn darah sampai ke bagain-bagian jaringan jaringan tubuh (Groman dalam Afandi dan Tang, 2002).Jantung merupakan suatu pembesaran otot yang spesifik dari pembuluh darah atau suatu struktur muskular yang bentuknya menyerupai kerucut yang dilingkupi atau diselimuti oleh kantung perikardial (perikardium). Pada ikan terdapat di bagian restral dari hati dan bagian ventral dari rongga mulut. Jantung pada makhluk hidup berbeda-beda berdasarkan strukturnya. Jantung pada vertebrata misalnya ikan, mempunyai jantung yang terdiri dari dua ruang, yakni satu serambi (atrium) dan satu bilik (ventrikel). Jantung pada ikan amphibia dan reptil mempunyai 3 ruang utama yang terdiri dari 2 atrium dan 1 ventrikel. Jantung pada manusia, mamalia dan burung mempunyai empat ruang yakni dua ruang antrium dan dua ruang ventrikel. Otot jantung merupakan otot lurik yang bentuknya melintang dan bercabang. Sifat otot ini tidak sadar (involuntary), karena kontraksinya tidak bisa diatur oleh kemauan kita. Selain otot jantung terdapat juga otot polos (berbentuk seperti spindle). Kontraksi otot polos lebih lambat dibandingkan otot lurik, namun mereka mampu kontraksi dalam waktu lebih lama. Otot polos bersifat tidak sadar (involuntary). Otot polos ditemukan pada banyak organ tubuh, diantaranya terdapat pada dinding pembuluh darah dan melapisi organ dalam seperti usus dan uterus. Otot lurik (struktur bergaris melintang), berfungsi untuk menggerakkan rangka. Otot ini bersifat sadar (voluntary), karena mampu diatur oleh kemauan kita (Jatilaksono, 2007). Anak ikan dan ikan yang kecil mempunyai degupan jantung yang lebih cepat dibanding ikan dewasa dan besar. Degupan jantung ikan menjadi pelan apabila berada dalam air yang dingin dibandingkan dalam air yang agak panas (Meitanisyah, 2009).


Jantung ikan terletak pada ruang perikardial disebelah posterior insang, memiliki dua ruang yaitu atrium (diding yang tipis) dan ventrikel (dinding yang tebal)
Mekanisme control kerja jantung:
1.      Adrenergik: merangsang jantung berkontraksi
2.      Cholinergik: menyebabkan jantung relaksasi
Darah dipompa keluar selam kontraksi ventrikel (systole) dan diikuti periode relaksasi dan pengisian kembali (diatole). Sinus venosus dan atrium membantu mengisi ventrikel, dan bulbus yang memilki katub elastis menjaga aliran selama ventrikular berelaksasi (Pakde sofa, 2008).

2.4.    Larutan Fisiologis
larutan fisiologis adalah larutan isotonik yang terbuat dari NaCl 0,9% yang sama dengan cairan tubuh atau darah (adhil, 2009) menurut Rustidja(1985) dalam dalam hidayaturahmah (2007) penggunaan larutan fisiologis yang mengandung NaCl dan urea karna dapat mempertahankan daya hidup spermatozoa antara 20-25 menit. larutan fisiologis lebih kecil dari NaCl 0,9 % (0,8 %; 0,6 %; 0,3 %; 0,1 %) disebut hipotonis. larutanfisiologis lbh besar dari NaCl 0,9 % ( 1 %; 2 %) disebut hipertonis. Darah bila dimasukkan ke dalam larutan hipotonis maka membran akan mengembang karena larutan hipotonis masuk ke dalam sel darah merah, kemudian pecah di satu tempat sehingga Hb keluar disebut dengan hemolisis. Darah bila dimasukkan ke dalam larutan hipertonis maka membran akan di tarik kesegala arah sehinga pecah di banyak tempat sehingga sel darah merah mengkerut akibatnya Hb juga keluar dan disebut krenasis Anonim (2010).








                  


BAB III
METODELOGI

3.1. Waktu dan Tempat  Pelaksanaan
Kegiatan praktikum Kontraksi Otot Jantung Ikan Mas, dilakukan pada :
o   Tanggal   :   01 Desember 2012
o   Hari         :   Sabtu
o   Waktu     :   08.00-12.00 WIB
Praktikum dilaksanakan di Departemen Perikanan Sebelah Barat PPPPTK Pertanian Cianjur.

3.2. Alat dan Bahan

o   Alat
1.      Alat bedah
2.      Cawan Petri
3.      Stopwach/handphone
4.      Baki
5.      Kaca pembesar

6.      Timbangan
7.      Lap/tissu
8.      Alat tulis





o   Bahan
1.         Ikan Mas
2.         Ikan Nila
3.         Larutan fisiologis (NaCl)





3.3. Prosedur Percobaan
1.        Menimbang ikan uji coba menggunakan timbangan digital untuk mengetahui bobot awal ikan uji coba
2.        Mempersiapkan larutan fisiologis dengan cara melarutkan garam di dalam air
3.        Meminsankan ikan dengan cara menusuk dibagian kepala dekat otak menggunakan tombak
4.        Ikan di bedah dengan gunting bedah dari anus sampai ke mulut
5.        Memisahkan organ jantung kemudian jantung dimasukkan ke dalam larutan fisiologis (NaCL)
6.        Menghitung detak jantung ikan per menit
7.        Terus mengamati jantung sampai menit terakhir jantung tidak berdetak lagi
8.        Menimbang bobot akhir ikan uji coba
9.        Membersihkan alat-alat praktikum
  3.4.   Analisa Data
Berdasarkan hasil penganmatan pada kontraksi otot jantung ikan mas (Cyprinus carpio),dan ikan nila(Oreochromis niloticus)bahwa jantung ikan mas  mampu berdenyut sampai menit ke 36 dengan jumlah 817 detakan dan jantung ikan nila kecil mampu berdenyut sampai menit ke 8 dengan jumlah 92 detakan.





BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil

Tabel.1 Hasil Praktikum Detak Jantung Ikan Mas Ukuran Besar
Waktu
(menit)
Jumlah Detak
Jantung
Waktu
(menit)
Jumlah Detak
Jantung
1
36
19
11
2
60
20
17
3
54
21
16
4
47
22
15
5
40
23
15
6
30
24
14
7
29
25
15
8
26
26
17
9
34
27
14
10
36
28
13
11
34
29
12
12
35
30
12
13
29
31
11
14
26
32
13
15
24
33
5
16
21
34
8
17
20
35
7
18
20
36
1


Tabel. 2 Hasil Praktikum Detak Jantung Ikan Nila Ukuran Kecil
Waktu
(menit)
Jumlah Detak
Jantung
Waktu
(menit)
Jumlah Detak
Jantung
1
19
5
14
2
7
6
11
3
20
7
5
4
15
8
1




Diagram. 1 Kontraksi Jantung Ikan Mas Besar

Diagram.2 Kontraksi Jantung Ikan Nila Kecil
Berdasarkan tabel dan diagram di atas, terlihat berbedaan waktu yang sangat seknifikan antara detak jantung ikan mas besar dengan ikan nila kecil. Jantung ikan mas besar dapat tahan berdetak selama 36 menit dengan detakan terbesar sebanyak 60 kali detakan terjadi pada menit ke dua sedangkan jantung ikan nila kecil hanya tahan berdetak selama 8 menit dengan detakan terbesar sebanyak 20 kali detakan terjadi pada menit ke tiga.  

4.2.   Pembahasan
               Dari hasil pengamatan kami selama praktikum kami melihat banyak kesamaan antara hasil praktikum yang kami lakukan dengan pendapat para ahli diantaranya:otot jantung masih tetap berkerja meski di luar tubuh si ikan ituMembuktikan bahwa otot jantung adalah otot lurik tetapi bekerja seperti otot polos,smith (1982) dalam fujaya (2004). Menurut Fujaya (2004) Untuk menjamin aliran darah terus berlangsung, maka daerah dipompa dengan perbedaan tekanan. tekanan jantung lebih besar dari tekanan arteri, dan tekanan arteri lebih besar dari tekanan arterionale, akibat adanya perbedaan tekanan maka aliran darah dapat terjadi. Ada dua jenis energi yang disalurkan ke darah pada setiap kontraksi jantung yaitu energi kinetik yang menyebabkan darah mengalir dan energi yang tersimpan dalam pembuluh darah dan menimbulkan tekanan darah. pada praktikum detak organ jantung terjadi perbedaan antara banyak dan kekuatan detakan jantung. pada ikan besar detakan jantung lebih banyak dibandingkan ikan kecil, karna ikan yang besar cenderung memiliki energi yang lebih besar dibanding ikan kecil. Waktu bertahanya otot jantung ikan diluar tubuh pada ikan besar lebih dari satu jam sedangkan pada ikan yang kecil relatif lebih rendah hanya sampai 33 menit atau setengah jam. perbedaaan waktu bertahanya jantung ikan berbeda-beda tiap perlakuan yang satu dengan dengan yang lain. pada larutan fisiologis jantung ikan berdetak lebih lama sedangkan pada larutan bersalinitas gerakan denyut jantung cepat tapi lebih cepat berhenti pula. Hal ini karena pada larutan fisiologis terkandung bahan yang komponenya lebih mirip dengan cairan yang ada pada tubuh ikan tersebut. sehingga energi yang digunakan jantung lebih sedikit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. sedangkan pada larutan bersalinitas berbeda dengan kondisi cairan dalam tempat tinggal jantung sebelumnya sehingga jantung perlu menyesuaikan diri kembali dengan lingkunganya. Akibatnya energi jantung banyak digunakan dan bekerja lebih berat akhirnya daya tahan jantung lebih cepat habis. jantung ikan terus dapat berdetak meskipun telah dikeluarkan hal ini karena jantung bekerja dibawah kendali saraf otonom sehingga ikan sendiri tidak dapat mengontrol kerja otot jantung. Faktor faktor yang mempengaruhi detak jantung ikan diantaranya adalah ukuran jantung, suhu, cairan isoosmotik dengan jantung. Fungsi larutan fisiologis diantaranya untuk mengetahui daya tahan maksimal detak jantung diluar tubuh yang dimanipulasi sehingga mirip dengan didalam tubuh ikan diantaranya seperti zat nutrisi, natrium oksigen dll. Peranan jantung sangat penting dalam hubunganya dengan pemompaan darah keseluruh tubuh melalui sistem sirkulasi darah, sirkulasi darah adalah sistem yang berfungsi dalam pengangkutan dan penyebaran enzim, zat nutrisi, oksigen, karbondioksida, garam-garam, antibodi dan senyawa N, dari tempat asal keseluruh bagian tubuh sehingga diperlukan tekanan yang cukup untuk menjamin aliran darah sampai ke bagain-bagian jaringan jaringan tubuh (Groman dalam Afandi dan Tang, 2002).
Pada praktikum kali ini menggunakan larutan akuades bertujuan mengetahui detak jantung pada kondisi air murni tanpa bahan organik. pada l arutan fisiologis digunakan untuk mengukur daya tahan jantung pada keadaan yang mirip dengan lingkugan sebenarnya. sedangkan pada salinitas yang berbeda beda digunakan untuk mengetahui reaksi yang ditimbulkan oleh jantung pada berbagai salinitas.
daya tahan detak jantung ikan nila berbeda dengan jantung ikan mas. Pada ikan mas daya tahanya lebih tinggi dibandingkan dengan ikan nila. juga pada ikan nila kecepatan detak jantungnya lebih rendah dikarenakan jantung ikan nila lebih sulit menyesuaikan dengan lingkungan akibatnya energy yang digunakan lebih banyak dan jantung lebih cepat berhenti.

















BAB V
PENUTUP
5.1.   Kesimpulan
ü  Otot jantung ikan masih dapat berdetak di luar tubuh ikan karena memilikitipe jantung meogenik. Ikan nila berukuran kecil memiliki frekuensi detak jantung yang lebih rendah dan kemampuan bertahan di luar tubuh lebih singkatdaripada ikan  mas berukuran besar.
ü  jantung merupakan otot lurik yang bekerja seperti otot polos yang terbukti dalam suatu pengamatan.
ü  jantung yaitu sebagai sistem metabolisme dan peredaran darah  yang sangt baik.
ü  larutan yang diteteskan pada cawan petri untuk meletakkan jantung ikan berfungsi sebagai media cadangan energi bagi jantung tersebut.
5.2.   Saran
Saya berharap agar waktu untuk jam prakteknya ditambah lagi,mengigat terkadang masih banyak kelompok yang belum menyelesaikan praktikumnya.
Kami berharap agar pada praktikum ini ikan yang digunakan ada yang dari laut juga. Sehingga kita dapat membandingkan detak jantungnya dan informasi yang diperoleh lebih memuaskan. Dan kami juga berharap semoga praktikum Fisiologi Hewan Air berikutnya akan lebih baik.









DAFTAR PUSTAKA
ü  Fujaya, Y. 2004. Fisiologi Ikan. Rineka Cipta : Jakarta.
ü  Jatilaksono, Marsandre. 2007. Kontraksi Otot Jantung Ikan. Dikutip dari http://jlcome.blogspot.com. Diakses pada tanggal 15 Desember 2012. Pukul 13.00 WIB.
ü  Affandi R. dan Usman MT. 2002. Fisiologi Hewan Air. Pekanbaru: Unri Press.

ü  Affandi, R., D.S. Sjafei, M.F. Rahadjo, dansulistiono. 1992

ü  Tang. U.M. dan R Affandi. 2001. BiologiReproduksiIkan. P2kp2 Unri.

ü  Meitanisyah. 2009. Anantomi dan Fisiologi Ikan. Dikutip dari http://www.bloggaul.com/meitanisyah/. Diakses pada tanggal 15 Desember 2012. Pukul 15.00 WIB



                          

2 komentar:

  1. tampilannya lumayan bagus , tpi diperbarui lagi dunk ?

    BalasHapus
  2. okey...??? young... thenx nabrak kayu,, makasi..???

    BalasHapus