Kamis, 07 Mei 2015

Makalah Ikan Arwana Super Red (scleropages formosus)



BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) merupakan ikan hias air tawar asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Eksploitasi yang berlebihan terhadap ikan ini menyebabkan ikan ini masuk dalam daftar merah satwa langka. Mengingat nilai ekonomisnya yang tinggi maka perdagangan ikan ini masih diperbolehkan asalkan merupakan generasi F3 dari penangkaran. Oleh karena itu peran budidaya sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan konservasi dan pemanfaatan Arwana Super Red. Budidaya Ikan Arwana Super Red terutama teknologi perbenihan membutuhkan keahlian yang memadai dalam persiapan wadah, pemeliharaan induk, pemanenan larva, pemeliharaan larva dan benih, pengelolaan kualitas air dan penanganan terhadap penyakit. Dalam persiapan wadah yang harus diperhatikan adalah kesesuaian wadah dan kesterilan wadah dari patogenpatogen berbahaya bagi ikan. Dengan wadah pemeliharaan yang baik akan menghasilkan produk yang berkualitas dan menurunkan tingkat kecemaran penyakit serta kematian ikan. Selain itu, induk harus dipelihara dengan baik karena akan menentukan keberhasilan dalam pemijahan dan pengeraman larva. Pemanenan larva menentukan kelangsungan hidup selanjutnya yang akan bernilai tinggi jika dilakukan kurang lebih 40 hari setelah pengeraman induk pertama. Pada waktu itu larva masih mempunyai sedikit kuning telur di tubuhnya. Selanjutnya, dalam pemeliharaan larva dan benih diperlukan teknologi dalam pengelolaan air, pakan dan kesehatan karena ikan pada stadia ini sangat rentan terhadap penyakit dan perubahan kualitas air. Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) merupakan ikan hias air tawar asli Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Eksploitasi yang berlebihan terhadap ikan ini menyebabkan ikan ini masuk dalam daftar merah satwa langka. Mengingat nilai ekonomisnya yang tinggi maka perdagangan ikan ini masih diperbolehkan asalkan merupakan generasi F3 dari penangkaran. Oleh karena itu peran budidaya sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan konservasi dan pemanfaatan Arwana Super Red. Budidaya Ikan Arwana Super Red terutama teknologi perbenihan membutuhkan keahlian yang memadai dalam persiapan wadah, pemeliharaan induk, pemanenan larva, pemeliharaan larva dan benih, pengelolaan kualitas air dan penanganan terhadap penyakit. Dalam persiapan wadah yang harus diperhatikan adalah kesesuaian wadah dan kesterilan wadah dari patogenpatogen berbahaya bagi ikan. Dengan wadah pemeliharaan yang baik akan menghasilkan produk yang berkualitas dan menurunkan tingkat kecemaran penyakit serta kematian ikan. Selain itu, induk harus dipelihara dengan baik karena akan menentukan keberhasilan dalam pemijahan dan pengeraman larva. Pemanenan larva menentukan kelangsungan hidup selanjutnya yang akan bernilai tinggi jika dilakukan kurang lebih 40 hari setelah pengeraman induk pertama. Pada waktu itu larva masih mempunyai sedikit kuning telur di tubuhnya. Selanjutnya, dalam pemeliharaan larva dan benih diperlukan teknologi dalam pengelolaan air, pakan dan kesehatan karena ikan pada stadia ini sangat rentan terhadap penyakit dan perubahan kualitas air.
                                 

                                 Gambar 1. Ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus)



1.2.           1.2    Tujuan
            Memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Teknologi Pembenihan Ikan untuk mengeksplorasi teknik pembenihan Arwana Super Red sehingga kelestarian ikan ini dapat dijaga dan nilai ekonomisnya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia.


BAB II
METODE PENELITIAN

2.1.      Metode penelitian
Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini berupa data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui 3 pendekatan :
1. Mengikuti secara langsung seluruh kegiatan pembenihan Ikan Arwana Super Red di PT Inti Kapuas Arwana, Tbk. berupa persiapan kolam, penebaran induk, pemeliharaan induk, pemijahan induk, pemanenan larva, persiapan inkubator larva, pemeliharaan larva, pemberian chip, pengemasan larva dan pengobatan ikan.
2. Melakukan diskusi dengan pimpinan tambak, teknisi lapangan, staf pegawai, staf RND dan pihak-pihak lain yang berkompeten di bidangnya.
3.  Mencari keterangan ilmiah dan teoritis dari berbagai literatur untuk mendapatkan solusi dari permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam usaha pembenihan Arwana Super Red.















BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1.      Hasil dan Pembahasan
Ikan arwana termasuk ikan yang sulit untuk diidentifikasi ciri kelaminnya. Ada beberapa ciri-ciri yang dapat dijadikan pedoman untuk membedakan jantan dan betina yang selengkapnya tertera pada Tabel 1.
Tabel 1. Perbedaan Morfologi Jantan dan Betina Ikan Arwana Super Red
Jantan
Betina
Mulut lebih lebar
Mulut lebih keceil
Pipi lebih besar
Pipi lebih kecil
Badan lebih ramping
Badan agak gemuk