Sabtu, 22 Februari 2014

laporan osmoregulasi pada ikan nila



BAB Ӏ
PENDAHULUAN

1.1.     Latar Belakang

                       
Osmoregulasi adalah proses mengatur konsentrasi cairan dan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organisme hidup. Proses osmoregulasi diperlukan karena adanya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dengan lingkungan disekitarnya. Jika sebuah sel menerima terlalu banyak air maka ia akan meletus, begitu pula sebaliknya, jika terlalu sedikit air, maka sel akan mengerut dan mati. Osmoregulasi juga berfungsi ganda sebagai sarana untuk membuang zat-zat yang tidak diperlukan oleh sel atau organisme hidup.

Makna osmoregulasi adalah proses mengatur dan menyeimbangkan konsentrasi asupan cairan dan pengeluaran oleh sel atau cairan tubuh organisme hidup. Sementara pemahaman tentang osmoregulasi ikan Tekanan osmotik cairan tubuh pengaturan sesuai untuk kehidupan ikan, sehingga proses-proses fisiologis fungsi tubuh normal (Homeostasis). ka sel menerima terlalu banyak air maka akan meletus, dan sebaliknya, jika terlalu sedikit air, maka sel akan mengerut dan mati. Osmoregulasi juga ganda sebagai sarana untuk membuang zat-zat yang tidak diperlukan oleh sel atau organisme hidup.

Kebanyakan invertebrata berhabitat di laut tidak secara aktif mengelola sistem osmosis mereka, dan dikenal sebagai osmoconformer. Osmoconformer memiliki osmolaritas internal yang sama dengan lingkungan sehingga tidak ada kecenderungan untuk mendapatkan atau kehilangan air. Karena osmoconformer paling hidup dalam lingkungan yang memiliki komposisi kimia yang sangat stabil (di laut) maka osmoconformer yang cenderung memiliki osmolaritas konstan. Sementara osmoregulator adalah organisme yang menjaga osmolaritas tanpa tergantung pada lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu kemampuan untuk mengatur ini osmoregulator kemudian dapat hidup dalam lingkungan air tawar, darat, dan laut. Di lingkungan dengan konsentrasi rendah cairan, osmoregulator akan merilis kelebihan cairan dan sebaliknya.

Untuk organisme akuatik, proses ini digunakan sebagai ukuran untuk menyeimbangkan tekanan osmosa antara substansi dalam tubuh dengan lingkungan melalui sel permeabel. Dengan demikian, semakin jauh perbedaan tekanan osmotik antara tubuh dan lingkungan, semakin banyak energi metabolisme yang dibutuhkan untuk osmoregulasi mmelakukan sebagai adaptasi, hingga batas toleransi yang mereka miliki. Oleh karena itu, pengetahuan tentang osmoregulasi sangat penting dalam mengelola media air pemeliharaan kualitas, terutama salinitas. Hal ini karena dalam osmoregulasi, proses regulasi terjadi melalui konsentrasi ion dan air dalam tubuh dengan kondisi di lingkungan.



1.2.    Tujuan Praktikum
                                I.            Mengetahui gradien osmotik  ikan nila antara cairan tubuh dengan lingkungannya.
                             II.            Mengetahui permeabilitas air dan garam pada ikan nila
                           III.            Melihat respon ikan pada media air percobaan
                          IV.            mengetahui pengambilan garam secara selektif









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.  Ikan Nila
Morfologi Dan Klasifikasi Ikan Nila
Kordy K.(2000) membuat catatan tentang bentuk tubuh (morfologi) seekor ikan nila (oreochromis niloticus) secara umum, yaitu mempunyai bentik badan pipih ke samping memenjang, warna putih kehitaman, makin ke perut makin terang. Ikan nila mempunyai garis vertikal 9-11 buah berwarna hijau kebiruan. Mata ikan nila tampak menonjol agak besar dengan bagian tepi berwarna hijau kebiru-biruan. Letak mulut ikan terminal, posisi sirip perut terhadap sirip dada thorocis, garis rusuk (linea lateralis) terputus menjadi dua bagian, letaknya memanjang diatas sirip dada, jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah dan tipe sisik stenoid.
Penamaan ikan nila dan mujair di Indonesia menjadi Oreochromis nilotikus dan Oreochromis mossamicus (Sugiarto, 1988). Sehingga klasifikasi ikan nila sebagai berikut
8.jpg
Kingdom          : Animalia     
            Filum               : Chordata
            Kelas               : Pisces
            Ordo                : Percomorphi
            Famili              : Cichlidae
            Genus              : Oreochromis
            Spesies            : Oreochromis nilotikus



BAB III
METODOLOGI

3.1            Waktu dan Tempat
Prtikum osmoregulasi ini di lakukan di Vedca Pertanian Cianjur pada :
*      Hari           : Senin-Kamis
*      Tanggal     : 16-19 Januari 2013
*      Waktu       : 15.00 s.d. 16.30 WIB
*      Tempat     :Hatchery sebelah timur Departemen Perikanan Budidaya PPPPTK Pertanian (VEDCA) Cianjur.

3.2 Alat dan Bahan
a.       Alat :
1.      Toples
2.      Aerator
3.      Air
4.      Timbangan
b.      Bahan :
1.      Ikan nila (5 ekor)







3.3                                                             Prosedur Kerja
a.       Siapkan wadah dan media pengamatan.
b.      Timbang hewan uji dengan menggunakan timbangan digital.
c.       Larutkan garam yang sebelumnya telah ditentukan takarannya.
d.      Masukkan hewan uji ke dalam wadah pengamatan dengan salinitas 6 ppt.
e.       Lakukan pengamatan selama 3 hari.
f.       Timbang bobot hewan uji yang mati.
g.      Setelah 3 hari timbang bobot hewan uji yang masih hidup.
h.      Hitung Survival Rate dan Mortalitas hewan uji tersebut, hitung juga Spesific Growth Rate dari hewan yang telah dijadikan bahan penelitian.

3.4 Analisis Data

ü  Tingkah laku ikan sampel selama pengamatan osmoregulasi.
ü  Lamanya ikan sampel dapat bertahan dalam salinitas 6 ppt.











BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil
Jenis ikan         : Ikan Nila Oreochromis niloticus
Bobot Awal    :
Bobot Akhir    :  31,80 gr
§  Survival Rate (SR)
= 
§  Mortalitas (Mr)
=    
§  Specific Growth Rate (SGR)
SGR =
=   





4.2.    Pembahasan
                          Berdasar kan hasil praktek kami tentang osmoregulasi ternyata sama seperti yang dikatakan oleh(Taufik dan Eni, 2006). Osmoregulasi merupakan upaya yang dilakukan oleh ikan untuk mengontrol keseimbangan air dan ion-ion antara tubuh ikan dengan lingkungannya (Taufik dan Eni, 2006).terbukti pada hasil praktikum kami yang mana dari ke 5 sampel ikan nila yang menjadi hewan praktikum,tak ada seekor pun yang mati.
Proses adaptasi terhadap kondisi salinitas dilakukan melalui proses osmoregulasi yaitu proses pengaturan antara tekanan osmotik dalam tubuh agar sesuai dengan tekanan osmotik medianya (Rusdi dan Muhammad, 2006).
Pengertian Osmoregulasi.
Osmoregulasi adalah proses untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air dan zat terlarut yang ada dalam tubuh hewan (Isnaeni, 2006).
Kemampuan mengatur konsentrasi garam atau air di cairan internal disebut dengan osmoregulasi (Nybakken, 1992).
Osmoregulasi adalah proses organisme yang mampu mempertahankan perbedaan keseimbangan garam internal dari medium eksternal (Afrianto, 1996).
Organ Osmoregulasi.
Hampir semua hewan akuatik, organ yang sering digunakan dalam pertukaran air dengan lingkungannya adalah insang, usus dan ginjal. Dalam bentuk lain, kelompok air tawar seperti amfibi, kulit juga merupakan bagian penting dalam gerakan air (Gordon et. al , 1977).
Adapun organ-organ tubuh yang berperan sebagai tempat berlangsungnya osmoregulasi adalah : insang, saluran pencernaan, intergumen (kulit) dan organ ekskresi pada kelenjar antena (Mantel dan Farmer, 1983 dalam Kordi dan Andi, 2007).
Garam yang berakumulasi baik melalui makanan yang masuk maupun melalui difusi ke dalam melewati permukaan-permukaan seperti insang, dikeluarkan oleh ginjal dan oleh suatu linear khusus yang mengekskresikan garam yang terdapat dibagian caudal usus hiu (Villee, dkk , 1988).






BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
          Dari hasil praktikum saya,yang saya jalani dapat di simpulkan bahwa osmoregulasi adalah proses mengatur dan menyeimbangkan konsentrasi asupan cairan dan pengeluaran oleh sel atau cairan tubuh organisme hidup. Sementara pemahaman tentang osmoregulasi ikan Tekanan osmotik cairan tubuh pengaturan sesuai untuk kehidupan ikan, sehingga proses-proses fisiologis fungsi tubuh normal (Homeostasis). karena sel menerima terlalu banyak air maka akan meletus, dan sebaliknya, jika terlalu sedikit air, maka sel akan mengerut dan mati.
Osmoregulasi merupakan upaya yang dilakukan oleh ikan untuk mengontrol keseimbangan air dan ion-ion antara tubuh ikan dengan lingkungannya, atau Osmoregulasi adalah proses organisme yang mampu mempertahankan perbedaan keseimbangan garam internal dari medium eksternal.
5.2. Saran
Sebaiknya untuk pelaksanaan praktikum selanjutnya,jangan diadakan ketika dekat dengan UAS atau ujian lainnya, karna dapat menggangu konsetrasi mahasiswa dalam menghadapi UAS ada baiknya di tunda dulu,mengingat mahasiswa juga membutuhkan waktu yang lama untuk menyusun laporan. hanya itu saran saya mohon maaf, terima kasih.








DAFTAR PUSTAKA




Affandi, Ridwan. 2002. Fisiologi Hewan Air. Pekanbaru: Unri Press.

Putri, DSR. 2010. Pengaruh Perbedaan salinitas Pada Ikan Nila Gift [terhubung berkala] http://fpik.unpad.ac.id/archives/430   (10 April 2011).

Suyanto  Rachmatun. 2008. Budidaya Ikan Nila. Jakarta: Penebar Swadaya

http://firarosalina.blogspot.com/2012/10/osmoregulasi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar