Jumat, 08 Maret 2013

ketahanan ikan di luar media air



                       
LAPORAN
PRAKTIKUM

Ketehanan Ikan Nila Diluar Media Air (Oreochromis niloticus)”












DisusunOleh :


Amril Mukminin

Mata Kuliah :Fisiologi Hewan Air
PROGRAM PENDIDIKAN D4    
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (PPPPTK) PERTANIAN CIANJUR
JOINT PROGRAM
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
   2012     





KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah berkesempatan dalam memberikan limpahan kesehatan, rahmat dan karunia-Nya sehingga laporan hasil praktikum  yang berjudul Ketahanan Ikan Nila Diluar Media Air (oreochromis niloticus) ini dapat diselesaikan dengan baik.
            Laporan ini disusun dalam hal tugas Mata Kuliah Fisiologi Hewan Air. Atas tersusunnya laporan ini, penulis ucapkan terima kasih kepada :
1.      Bapak Laode M. Abdi Poto, S.St Pi, M.Si dan Ibu Leli Lisnawati, SPi dan Ibu Yuli ,SPi selaku dosen Mata Kuliah Fisiologi  Hewan Air.
2.      Kedua orang tua tercinta yang selalu memberikan do’a dan dukungan nya`.
3.      Semua pihak yang telah mendukung dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan lapoan ini masih terlalu banyak kekurangan.Oleh karena itu, saya harap kan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak agar laporan ini dan selanjutnya bias lebih baik lagi. Penulis juga berharap semoga laporan hasil praktikum ini dapat bermanfaat dalam hal ilmu pengetahuan bagi kita semua.




                                                                        Cianjur, 27  januari  2013       
                                                                       

                                                                                                            penulis
                                                                                                                  Amril Mukminin
                                                     

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii

BAB I. PENDAHULUAN................................................................................................ 1
1.1.Latar Belakang................................................................................................. 1
1.2.Tujuan Praktikum............................................................................................. 1

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................... 2
2.1. Ikan Nila......................................................................................................... 2

BAB III. METODOLOGI................................................................................................ 3
3.1. WaktudanTempat......................................................................................... 3
3.2. AlatdanBahan.............................................................................................. 3
3.3. Prosedur kerja.............................................................................................. 4
3.4. Analisa Data................................................................................................. 4

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN........................................................................ 5
4.1. Hasil............................................................................................................. 5
4.2. Pembahasan.................................................................................................. 6

BAB V. PENUTUP........................................................................................................... 8
5.1. Kesimpulan..................................................................................................... 8
5.2. Saran............................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 9







BAB Ӏ
PENDAHULUAN

1.1.    Latar Belakang
           Ikan merupakan organisme akuatik yang sebagian atau seluruh hidupnya di lingkungan perairan, baik ait tawar, payau maupun laut. Organisme akuatik akan sering sekali menghadapi kondisi lingkungan yang sering sekali berfluktuasi, baik karena faktor alam, maupun karena aktivitas manusia. Perubahan lingkungan inilah yang harus dihadapi dan disiasati oleh organisme akuatik agar mampu bertahan hidup. Organisme akuatik akan memberikan respon yang bermacam-macam, tergatung pada jenis atau kondisi perubahan lingkungan yang dihadapi.
Oksigen digunakan untuk proses metabolisme, oleh karenanya keberadaan oksigen akan mempengaruhi proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh organisme. Jika oksigen dalam perairan rendah, energi yang dihasilkan dari proses metabolisme juga akan rendah. Ketika ikan dikeluarkan dari medianya maka akan terjadi respon di dalam tubuh ikan terhadap pengaruh lingkungan yang diberikan. Salah satu respon yang di uji dalam praktikum ini adalah tingkat ketahanan ikan ketika berada di luar media air. Tingkat ketahanan untuk bertahan di luar media air berbeda-beda tergantung pada jenis, ukuran, kondisi fisiologis dan variabel lingkungan seperti suhu dan tingkat kelembaban. Selain itu setiap jenis ikan memiliki toleransi yang berbeda dan tingkah adaptasi yang berbeda terhadap ketahanan di luar media air.
Adanya batas minimal oksigen terlarut yang dapat ditolerir oleh hewan akuatik dan adanya variasi kebutuhan oksigen pada organisme akuatik maka perlu dikaji tentang batas minimal kadar oksigen terlarut dan tingkat konsumsi oksigen untuk hewan akuatik.
1.2.    Tujuan Praktikum
                                I.            Mengetahui  Berapa  lama  ikan nila mampu bertahan di luar madia air
                             II.            Mengetahui konsumsi oksigen pada ikan nila
                           III.            Melihat respon ikan jika tanpa media air



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.  Ikan Nila
Morfologi Dan Klasifikasi Ikan Nila
Kordy K.(2000) membuat catatan tentang bentuk tubuh (morfologi) seekor ikan nila (oreochromis niloticus) secara umum, yaitu mempunyai bentik badan pipih ke samping memenjang, warna putih kehitaman, makin ke perut makin terang. Ikan nila mempunyai garis vertikal 9-11 buah berwarna hijau kebiruan. Mata ikan nila tampak menonjol agak besar dengan bagian tepi berwarna hijau kebiru-biruan. Letak mulut ikan terminal, posisi sirip perut terhadap sirip dada thorocis, garis rusuk (linea lateralis) terputus menjadi dua bagian, letaknya memanjang diatas sirip dada, jumlah sisik pada garis rusuk 34 buah dan tipe sisik stenoid.
Penamaan ikan nila dan mujair di Indonesia menjadi Oreochromis nilotikus dan Oreochromis mossamicus (Sugiarto, 1988). Sehingga klasifikasi ikan nila sebagai berikut
Kingdom          : Animalia     
            Filum               : Chordata
            Kelas               : Pisces
            Ordo                : Percomorphi
            Famili              : Cichlidae
            Genus              : Oreochromis
            Spesies            : Oreochromis nilotikus





BAB III
METODOLOGI

3.1            Waktu dan Tempat

Adapu pratikum “Ketahanan Ikan Di Luar Media Air” ini di lakukan pada
*      Hari                 : Senin
*      Tanggal           : 21 Januari 2013
*      Waktu             : 15.00 s.d. 16.30 WIB
*      Tempat            : Laboratorium Departemen Perikanan Budidaya PPPPTK    Pertanian (VEDCA) Cianjur

3.2                                                             Alat dan Bahan

a.       Alat :
1)      Toples
2)      Aerator
3)      Air
4)      Timbangan
5)      Stopwatch

b.      Bahan :
1)      Ikan nila (4 ekor)





3.3 Prosedur Kerja
a.       Siapkan wadah dan media pengamatan.
b.      Timbang hewan uji dengan menggunakan timbangan digital.
c.       Masukkan ikan sampel ke dalam wadah, biarkan beberapa saat, kemudian lakukan pengamatan saat ikan sampel sudah tidak stress.
d.      Keluarkan ikan sampel dari air dan biarkan selama 1, 5, 10, 15, 30 dan 60 menit, selanjutnya masukkan kembali ke dalam wadah dan amati kondisinya.
e.       Catat setiap hasil pengamatan.

3.4 Analisis Data

ü  Tingkah laku ikan sampel selama pengamatan diluar air.
ü  Lamanya ikan sampel dapat bertahan diluar air.
ü  Lamanya waktu yang dibutuhkan oleh ikan sampel untuk normal kembali setelah masa pembugaran.











                                                 

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1.      Hasil
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan, maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut:
Jenis Ikan
:
Ikan Nila (5 ekor)
Berat Ikan
:
78,54 / 4 = 19,64
Habitat
:
Air Tawar

Tabel 1. Tingkah Laku Hewan Uji di luar air
Lamanya ikan di luar air (Menit)
Tingkah laku ikan selama pengamatan
Lama Pembugaran (menit)
Jumlah ikan yang mati
1
·  Mulutnya mgap-mangap.
   (Menit ke-20)
·  Overculum terbuka cepat.
·  Sirip punggung terbuka

1’ 10’’

5
·  Warna ikan terlihat pucat.
·  Mulutnya mangap-mangap.
·  Overculum terbuka cepat.
·  1 ekor ikan melompat-lompat.
·  Semua ikan melompat-lompat.
·  Sirip punggung terbuka lebar.
·  2 ekor ikan melompat.
·  2 ekor ikan melemas.
·  2 ekor ikan melompat.

50”

10
·  Mulut mangap-mangap.
·  Overculum terbuka.
·  1 ekor ikan melompat.
·  2 ekor ikan melompat
·  Sirip punggung terbuka lebar.
·  1 ekor ikan diam melemah.
·  1 ekor melompat serta warna perut dan sirip ekor memerah.
·  1 ekor ikan overculumnya terbuka lebar dan tutup insang terlihat memerah.
·  3 ekor ikan diam melemah.
·  1 ekor ikan mulut dan overculumnya terbuka cepat.
3’ 22’’

15
·  1 ekor ikan overculumnya terbuka dan mulutnya terbuka secara perlahan.
·  2 ekor ikan melemah.
·  2 ekor ikan mulut terbuka lambat.
·  1 ekor ikan melompat-lompat.
·  1 ekor ikan sirip pungggungnya terbuka lebar.
·  Overculum bergerak cepat.
·  1 ekor ikan membalikan tubuhnya.
·  1 ekor ikan melompat.
·  Mulutnya terbuka lebar dan 1 ekor ikan pingsan.
5’ 17”

20
·  Warna ikan terlihat pucat.
·  Mulut terbuka lambat.
·  1 ekor ikan melompat-lompat.
·  Overculum terbuka lemah.
·  1 ekor ikan mulutnya terbuka lebar.
·  1 ekor ikan melompat-lompat.
·  2 ekor ikan tidak bergerak (pingsan).



4.2.      Pembahasan
Oksigen digunakan untuk proses metabolisme, oleh karenanya keberadaan oksigen akan mempengaruhi proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh organisme. Ketika ikan yang berada pada medium yang tekanan parsial oksigennya berbeda antara tubuh dan lingkungannya akan memenuhi kebutuhan oksigennya dengan cara memompa air lebih besar melalui peningkatan frekuensi pergerakan operkulum. Oleh karena itu, ikan yang tidak memiliki alat pernapasan tambahan cenderung bergerak lebih aktif. Konsumsi oksigen dipengaruhi juga oleh kondisi fisiologis ikan tersebut. apabila ikan dikeluarkan dari media air, insang tidak akan mampu memanfaatkan oksigen karena medium air dan medium udara berbeda dalam hal kerapatan maupun kekentalannya meskipun sama-sama fluida. Hal ini akan berpengaruh terhadap tingkah laku ikan untuk merespon perlakuan apabila dikeluarkan dari media air. Insang ikan akan cendrung lengket dan berkurang kelembabannya apabila berada di luar media. Umumnya ikan akan mengeluarkan lendir sebagai cara untuk mempertahankan kelembabannya. Namun ada beberapa jenis ikan yang mempunyai alat pernapasan tambahan seperti labirin (sepat, betok, gurame), arborescent (lele dan patin), divertikula (gabus), bukopharinx (belut), maupun kulit (ikan sebelah) yang mampu memanfaatkan langsung oksigen dari udara sehingga ketahanan ikan-ikan tersebut menjadi lebih baik (Affandi, 2002).
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan,pada menit ke 15 lamanya ikan di luar air ikan nila stress Hal ini terjadi karena pada ikan nila tidak terdapat alat pernapasan tambahan seperti ikan-ikan lainnya sehingga ikan nila lebih cepat stress atau mungkin mati ketika berada di luar media air. Asumsi ini didukung oleh pendapat Putri (2010) ikan nila dapat hidup di perairan yang dalam dan luas maupun di kolam yang sempit dan dangkal. Nila juga dapat hidup di sungai yang tidak terlalu deras alirannya, di waduk, rawa, sawah, tambak air payau, atau di dalam jaring terapung di laut. Ikan nila juga merupakan jenis ikan euryhaline yaitu memiliki kisaran salinitas yang lebar namun ikan nila tidak mempunyai alat pernapasan tambahan untuk membantunya mengikat oksigen udara bebas sehingga sangat sensitif ketika berada di luar air. Pendapat lain yang dikemukakan oleh Afandi dan Tang (2002) bahwa ikan akan meningkatkan frekuensi pemompaan air atau memperbesar volume air yang melewati insang dalam kondisi oksigen yang ekstrim.
Berdasarkan hasil percobaan juga diperoleh data bahwa pada beberapa ulangan terdapat beberapa ikan nila yang Stress ketika berada di luar media air dalam waktu yang relatif lebih lama. Hal ini disebabkan karena ikan nila kehabisan energi akibat stress yang dikarenakan kekurangan oksigen.
Frekuensi pemompaan oksigen atau laju bukaan mulut dan operculum ikan nila saat berada di luar maupun di dalam media air adalah relatif lebih cepat.





                                   

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang diperoleh pada praktikum ini dapat simpulkan bahwa praktikan telah dapat mengetahui jenis ikan nila atau biota akuatik yang tidak mempunyai ketahanan hidup di luar media hidupnya. Karena tidak mempunyai alat pernapasan tambahan sehingga tidak mampu memanfaatkan oksigen di udara untuk menunjang kelangsungan hidupnya.
5.2. Saran
Sebaiknya untuk pelaksanaan praktikum selanjutnya, hewan air yang digunakan bukan hanya ikan nila saja, tetapi juga ikan lain seperti jenis cat fish dan gourame. Sehingga praktikan dapat mengetahui respirasi dan ketahanan ikan yang lain di luar media air juga sebagai perbandingan.










                                                                                  

DAFTAR PUSTAKA




Affandi, Ridwan. 2002. Fisiologi Hewan Air. Pekanbaru: Unri Press.

Putri, DSR. 2010. Pengaruh Perbedaan salinitas Pada Ikan Nila Gift [terhubung berkala] http://fpik.unpad.ac.id/archives/430   (10 April 2011).

Suyanto  Rachmatun. 2008. Budidaya Ikan Nila. Jakarta: Penebar Swadaya

http://www.hariansumutpos.com/2009/10/penyakit-ikan-air-tawar.html








                         

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar