Jumat, 25 Januari 2013

makalah data fekunditas telur ikan




KATA PENGANTAR


Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah berkesempatan dalam  memberikan limpahan kesehatan, rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah yang berjudul fekunditas ikan air tawar,payau,laut ini dapat diselesaikan dengan baik.
            Makalah ini disusun dalam hal tugas Mata Kuliah Fisiologi Hewan Air. Atas tersusunnya makalah ini, penulis ucapkan terimakasih kepada :
1.      Bapak Laode M. Abdi Poto, S.St Pi, M.Si dan Ibu Leli Lisnawati, SPi dan Ibu Yuli ,SPi selaku dosen Mata Kuliah Fisiologi Hewan Air.
2.      Kedua orang tua tercinta yang selalau memberikan do’a dan dukungannya`.
3.       Semua pihak yang telah mendukung dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terlalu banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya harap kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak demi  makalah ini bisa lebih baik lagi. Penulis juga berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat  dalam hal ilmu pengetahuan bagi kita semua.




        Cianjur, 06 januari 2013 
                                                                                               

                                                                                                              penulis
                                                                                          Amril Mukminin
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii

BAB I. PENDAHULUAN................................................................................................ 1
A.    Pengertian...................................................................................................... 1
B.     Macam-Macam fekunditas............................................................................ 2

BAB II. ISI DAN PEMBAHASAN................................................................................. 3
2.1. Fekunditas Air Tawar..................................................................................... 3
2.2. Fekunditas Air Payau..................................................................................... 4
2.3. Fekunditas Air Laut........................................................................................6

BAB ӀӀӀ. PENUTUP......................................................................................................... 12
3.1. Kesimpulan..................................................................................................... 12
3.2. Saran............................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................... 13





















BAB Ӏ
PENDAHULUAN
A.      Pengertian Fekunditas
Fekunditas secara umum berarti kemampuan untuk bereproduksi. Dalam biologi, fekunditas adalah laju reproduksi aktual suatu organisme atau populasi yang diukur berdasarkan jumlah gamet, biji, ataupun propagula aseksual. Dalam bidang demografi, fekunditas adalah kapasitas reproduksi potensial suatu individu ataupun populasi. Fekunditas berada di bawah kontrol genetik maupun lingkungan dan merupakan ukuran utama kebugaran biologi suatu spesies.
Pengetahuan mengenai fekunditas merupakan salah satu aspek yang memegang peranan penting dalam biologi perikanan. Fekunditas ikan telah dipelajari bukan saja merupakan salah satu aspek dari natural history, tetapi sebenarnya ada hubungannya dengan studi dinamika populasi, sifat-sifat rasial, produksi dan persoalan stok-rekruitmen (Bagenal, 1978).
Dari fekunditas secara tidak langsung kita dapat menaksir jumlah anak ikan yang akan dihasilkan dan akan menentukan pula jumlah ikan dalam kelas umur yang bersangkutan. Dalam hubungan ini tentu ada faktor-faktor lain yang memegang peranan penting dan sangat erat hubungannya dengan strategi reprodusi dalam rangka mempertahankan kehadiran spesies itu di alam.
Selain itu, fekunditas merupakan suatu subyek yang dapat menyesuaikan dengan bermacam-macam kondisi terutama dengan respons terhadap makanan. Jumlah telur yang dikeluarkan merupakan satu mata rantai penghubung antara satu generasi dengan generasi berikutnya, tetapi secara umum tidak ada hubungan yang jelas antara fekunditas dengan jumlah telur yang dihasilkan.





B.       Macam-macam Fekunditas
Telah banyak usaha-usaha untuk menerangkan dan membuat definisi mengenai fekunditas. Mungkin definisi yang paling dekat dengan kebenarannya adalah seperti apa yang terdapat pada ikan Salmon (Onchorynchus sp). Ikan ini selama hidupnya hanya satu kali memijah dan kemudian mati.
Semua telur-telur yang akan dikeluarkan pada waktu pemijahan itulah yang dimaksud dengan fekunditas. Tetapi karena spesies ikan yang ada itu bermacam-macam dengan sifatnya masing-masing, maka beberapa peneliti berdasarkan kepada definisi yang umum tadi lebih mengembangkan lagi definisi fekunditas sehubungan dengan aspek-aspek yang ditelitinya. Misalnya kesulitan yang timbul dalam menentukan fekunditas itu ialah komposisi telur yang heterogen, tingkat kematangan gonad yang tidak seragam dari populasi ikan termaksud, waktu pemijahan yang berbeda dan lain-lainnya. Bagenal (1978) membedakan antara fekunditas yaitu jumlah telur matang yang akan dikeluarkan dengan fertilitas yaitu jumlah telur matang yang dikeluarkan oleh induk.
Menurut Nikolsky (1963) jumlah telur yang terdapat dalam ovari ikan dinamakan fekunditas individu, fekunditas mutlak atau fekunditas total. Dalam hal ini memperhitungkan telur yang ukurannya berlain-lainan. Oleh karena itu dalam memperhitungkannya harus diikutsertakan semua ukuran telur dan masing-masing harus mendapatkan kesempatan yang sama. Konsekuensinya harus mengambil telur dari beberapa bagian ovari (kalau bukan dengan metoda numerikal). Kalau ada telur yang jelas kelihatan ukurannya berlainan dalam daerah yang berlainan dengan perlakuan yang sama harus dihitung terpisah. Tetapi pada tahun 1969, Nikolsky selanjutnya menyatakan bahwa fekunditas individu adalah jumlah telur dari generasi tahun itu yang akan dikeluarkan tahun itu pula.




BAB ӀӀ
ISI DAN PEMBAHASAN
Fekunditas Ikan Air Tawar, Payau, dan Laut


2.1.   Fekunditas Ikan Air Tawar

a.         Fekunditas Ikan Mas Sinyonya atau Putri Yogya
Tidak diketahui pasti asal-usul nama ikan jenis ini. Beberapa orang menyebutkan, ikan mas ini mudah sekali bertelur sehingga disebut sinyonya. Bentuk tubuhnya memanjang (long bodied form) dan punggungnya lebih rendah dibandingkan dengan ikan mas punten. Perbandingan antara panjang dan tinggi badannya sekitar 3,66:1.
Fekunditas atau jumlah telur ikan mas sinyonya 85.000-125.000 dan diameternya 0,3-1,5 mm. Induk ikan mas sinyonya jantan akan matang kelamin pertama pada umur 8 bulan, sedangkan yang betina pada umur 18 bulan. Ikan mas ini tahan terhadap parasit Myxosporea. Kisaran toleransi pH-nya 5,5-8,5.
b.         Fekunditas Ikan Mas Majalaya
Sesuai dengan namanya, ikan mas ini berkembang pertama kali di daerah Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ukuran badannya relatif pendek dan punggungnya lebih membungkuk dan lancip dibandingkan dengan ras ikan mas lainnya. Perbandingan antara panjang dan tinggi tubuhnya adalah 3,2:1.
Ikan mas majalaya memiliki keunggulan, di antaranya laju pertumbuhannya relatif cepat, tahan terhadap infeksi bakteri Aeromonas hydrophila, rasanya lezat dan gurih, dan tersebar luas di Indonesia. Fekunditas atau jumlah telur yang dihasilkan ikan mas majalaya tergolong tinggi, yakni 84.000-110.000 butir per kilogram induk.
c.         Fekunditas Ikan Sasau
Fekunditas ikan sasau yang dihitung adalah fekunditas mutlak pada TKG IV. Fekunditas ikan sasau berkisar antara 88.442 sampai dengan 143.617 butir per ekor dengan nilai rataan 128.155 butir. Nilai tersebut menunjukkan potensi telur yang dihasilkan untuk suatu pemijahan. Dari hasil perhitungan fekunditas mutlak diperoleh jumlah telur yang cukup bervariasi menurut panjang total ikan, bobot tubuh dan bobot gonad ikan.

d.        Fekunditas Ikan Lelan

Fekunditas ikan lelan berkisar antara 28.140-129.042 butir per ekor dengan nilai rataan 78.155 butir. Nilai tersebut menunjukan potensi telur yang dihasilkan untuk suatu pemijahan. Dari perhitungan fekunditas mutlak diperoleh jumlah telur yang cukup bervariasi menurut panjang total ikan, bobot tubuh dan bobot gonad ikan.



2.2.    Fekunditas Ikan Air Payau

a.            Fekunditas Ikan Bandeng
Ikan bandeng termasuk jenis ikan eurihalin. Oleh karena itu,
ikan bandeng dapat hidup di daerah air tawar, air payau, dan air laut. Induk bandeng baru bisa memijah setelah mencapai umur 5 tahun dengan ukuran panjang 0,5-1,5 m dan berat badan 3-12 kg. Jumlah telur yang dikeluarkan induk bandeng berkisar 500.000-1.000.000 juta butir tiap kg berat badan.
Pertumbuhan ikan bandeng relatif cepat, yaitu 1,1-1,7 % bobot badan/hari. Pada tahap pendederan ikan bandeng, penambahan bobot per hari berkisar 40-50 mg. Ikan bandeng dengan bobot awal 1-2 g membutuhkan waktu 2 bulan untuk mencapai bobot 40 g.



b.      Fekunditas Udang Windu

Secara keseluruhan lingkungan tambak yang digunakan dengan penerapan “farm level biosecurity” mampu mendukung sistem pemeliharaan terututama dalam hal mengeleminasi peluang masuknya organisme pathogen.  Dari sisi pertumbuhan calon induk, sistem yang digunakan dapat mendorong tingkat pertumbuhan dengan rata-rata ADG sekitar 0.3 pada setiap generasi.  Kualitas induk yang dihasilkan lewat proses domestikasi masih lebih rendah dari induk alam bila dibandingkan dengan tolok ukur respon terhadap ablasi, fekunditas serta daya tetas telurnya.   Respon terhadap ablasi lebih lambat, terlihat dari jumlah hari yang dibutuhkan untuk matang gonad setelah ablasi.   Fekunditas rata-rata per ekor induk berkisar 300.000 butir untuk ukuran induk 150 gram pada setiap generasi.

c.           Fekunditas Udang Vanname

Induk betina yang baru pertama memijah telurnya berwarna kuning, jumlah telur yang dihasilkan sekitar 3.000 ribu sampai 5.000 ribu naupli sekali memijah. Kemudian untuk warna telur merah kehitaman, produksi telurnya bisa antara 50.000 sampai 70.000. Telur yang berwarna coklat produksinya bisa maksimal yaitu 150.000 sampai 200.000.



  d.    Fekunditas Ikan Belanak
Analisis data meliputi distribusi ukuran panjang dan berat, rasio jenis kelamin, distribusi tingkat kematangan gonade, fekunditas dan hubungan antara panjang total dengan fekunditas. jenis kelamin jantan dngan rasio 1 : 0,73. Terdapat variasi tingkat kematangan gonade belanak betina namun demikian sebagian besar berada pada TKG I (35,42%) dan TKG IV (31,25%), fekunditas berkisar antara 289.812-892.498 butir dengan rata-rata 507497 butir. hubungan panjang total dengan fekunditas belanak berkolerasi positif mengikuti persamaan F = 92,62 L 1,8651 (r=0,54).

2.3.    Fekunditas Ikan Air Laut
a.         Fekunditas Ikan Kerapu Epinephelus Akaara
Fekunditas ikan kerapu spesies Epinephelus akaara yang berukuran panjang standard 23-24 cm dapat mengandung telur sebanyak 75.000-530000 butir. Epinephelus morio ukuran panjang 45-65 cm mengandung telur sebanyak 1.500.000 butir, Epinephelus guttatus ukuran panjang 35 cm mengandung telur sebanyak  233.237 butir, dan Epinephelus diacanthus berukuran panjang 12.6-18.8 cm mengandung telur sebanyak 64.00-233.000 butir. 
b.         Fekunditas Ikan Kerapu Macan
Pada induk kerapu macan yang diimplantasi pelet hormon LHRHa dosis 150ug (1 ekor)dan dosis 240ug (2 ekor) serta 1 ekor dari kontrol. Jumlah telur yang dihasilkan dari induk kontrol adalah 7.500.000 butir dengan frekwensi pemijahan 3 kali. Sedangkan derajat pembuahan (FR) 93.7-96.5 %. Dan derajat penetasan (HR) 70.5-78.5 %. Selanjutnya dari induk yang diimplantasi dihasilkan telur sebanyak 14.650.000 butir atau 4.883.000 butir/ekor dengan frekwensi pemijahan 4 kali derajat pembuahan 95.6-98.5 % derajat penetasan 21,7-89.5  % (Mayunar et al., 1995).
c.         Fekunditas Ikan Kerapu Mata Besar
Batch fekunditas seperti pada beberapa ikan meningkat secara dramatis dengan panjang tubuh dengan perkiraan batch fekunditas ikan tuna mata besar berkisar sekitar 1.000.000-5.000.000 setiap memijah untuk ikan dengan ukuran berkisar dari 120-180 cm FL (Nikaido et al. 1991). Sun et al. 1999 memperkirakan rata-rata batch fekunditas untuk ikan tuna mata besar pasifik barat adalah 3.470. 000 oocytes atau 59, 5 oocytes per gram dari berat tubuh per ikan. Sementara itu, menurut The International Commission of Atlantic Tunas atau ICCAT 2006 jumlah telur yang dihasilkan ikan tuna mata besar tiap individunya antara 2.900. 000-6.300.000 setiap kali memijah.

 d.   Fekunditas Ikan Kerapu Kertang
Induk Kerapu Kertang yang mulai memijah berukuran antara 23-50kg/ekor, untuk mempercepat kematangan gonatd, induk berikan hormon LHRHa secara implant dengan dosis 10-20 µm/kg berat badan/2 bulan sekali. kematangan kelamin induk kerapu kertang dapat diketahui dengan cara mengurut bagian perut ikan (striping). Sperma ikan siap pijah berwarna putih susu da kental. Kematanagan induk betina diketahui dengan cara kanulasi, yaitu memasukkan selang plastik kedalam lubang kelamin ikan kemudian dihisap. Telur ikan yang siap dipijah berdiameter >450 mikron. Telur yang dibuahi akan mengapung dipermukaan air dan berwarna transparan, dengan diameter 800-900 mikron. Telur akan menetas dalam waktu 16-18 jam setelah pembuahan pada suhu 28-30C dan 30-32ppt
 e.    Fekunditas Ikan Kerapu Macan
Ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) merupakan salah satu jenis ikan kerapu yang bernilai ekonomis penting di Indonesia yang aspek-aspek biologinya belum banyak dikaji. penelitian ini mengkaji beberapa aspek biologi dan Epinephelus fuscoguttatus di Perairan Kepulauan Spermonde yang meliputi kebiasaan makan yang ditentukan dengan mengunakan indeks relatif penting (IRP), fekunditas dengan menggunakan gabungan metode gravimetrik dan volumetrik serta penentuan tingkat kematangan gonad dengan analisa secara deskriptif. penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dasar akan pengelolaan dan eksplorasi ikan tersebut untuk selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kerapu bersifat karnivora dengan jenis-jenis makanannya terdiri dari ikan, udang dan cumi-cumi, dimana ikan sebgai makanan utama. Kisaran fekunditasnya adalah 115.449-992.527 butir telur. Berdasarkan tingkat kematangan gonadnya ditemukan 100% ikan kerapu macan jantan berada pada TKG I, sedangkan ikan kerapu macan betina 50% berada pada TKG I, 1,41% pada TKG II dan 9% pada TKG III.






f.       Fekunditas Ikan Kerapu Sunu
Ikan kerapu sunu merupakan salah satu komoditas ekspor yang diminati oleh masyarakat luar maupun dalam negeri, sehingga penangkapan semakin meningkat. Akibatnya populasi semakin menurun, dan dikhawatirkan populasi akan punah sehingga diupayakan untuk budidaya dan pengelolaan. Tujuan penelitian ini untuk melakukan kajian aspek biologi reproduksi, secara morfologi (makroskopik) dan Histologi (mikroskopik). Tingkat pemanfaatan sumber daya ikan kerapu sunu diperairan Spermonde, Sulawesi Selatan, secara morfologi (makroskopik) dan Histologi (mikroskopik). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari samapi dengan Juli 2005 di perairan Spermonde, Sulawesi Selatan.
Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan analisis regresi. Pengamatan Gonad, indeks kematangan gonad, fekunditas secara gravimetrik, awal matang gonad secara morfologi dan tingkat pemanfaatan berdasarkan petunjuk King. Hasil yang diperoleh secara histologi menujukkan bahwa nisbah kelamin betina, transisi dan jantan adalah 19 :11. Perkembangan gonad secara morfologi (makroskopik) terdiri dari 4 stadia, secara histologi terdiri dari 6 stadia, stadia transisi pada ukuran panjang 48 cm dan satdia jantan pada ukuran panjang 15 cm. Indeks kematangan gonad dengan panjang total 32-65 cm adalah 0,0722-3,1710. Fekunditas diperoleh kisaran 25.681-1.384,801 butir. Diameter telur diperoleh pada kisaran antara 0,042-0,798 mm untuk TKG II dan TKG III. Ukuran rata-rata ikan betina pertama kali matang gonad secara morfologi adalah 47,79 cm dan secara histologi matang gonad pada kuran panjang 40-50 cm. Berdasarkan distribusi diameter telur terlihat 3-4 modus yang menunjukkan bahwa model pemijahan ikan kerap sunu adalah partial spanwner. Hubungan panjang bobot memperlihatkan bahwa pertambahan panjang dan bobot tubuh bersifat isometrik. Faktor kondisi kan kerapu sunu berkisar antara 0,38-3,31. Fluktuasi rata-rata faktor kondisi individu diduga karena pengaruh penurunan bobot tubuh akibat pemijahan parsial. Tingkat pemafaatan ikan kerapu sudah melampaui MSY.




                                                                        

BAB.ӀӀӀ
PENUTUP

3.1.     Kesimpulan
Fekunditas adalah jumlah telur yang telah matang dalam suatu ovarium sebelum dikeluarkan pada waktu memijah. Fekunditas yang seperti ini dinamakan fekunditas mutlak (fekunditas individu), sedangkan fekunditas relatif adalah jumlah telur per satuan berat dan panjang ikan.
         Fekunditas ikan telah dipelajari bukan saja merupakan salah satu aspek dari natural history, tetapi sebenarnya ada hubungannya dengan studi dinamika populasi, sifat-sifat rasial, produksi dan persoalan stok-rekruitmen. Pengetahuan mengenai fekunditas merupakan salah satu aspek yang memegang peranan penting dalam biologi perikanan. Arti fekunditas secara tidak langsung kita dapat menaksir jumlah anak ikan yang akan dihasilkan dan akan menentukan pula jumlah ikan dalam kelas umur yang bersangkutan. Jumlah telur yang dikeluarkan merupakan satu mata rantai penghubung antara satu generasi dengan generasi berikutnya, tetapi secara umum tidak ada hubungan yang jelas antara fekunditas dengan jumlah telur yang dihasilkan.

         3.2.      Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan adalah mohon kepada ibu pembimbing agar tidak menyama rata kan tugas antara yang terlambat  lebih lama .



                                                                                                                             

3 komentar:

  1. ni info tentang berapa jumlah telur pada induk ikan air tawa,payau,dan laut

    BalasHapus
  2. cakep, tq infonya yaa sgt mbantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. mbak,, sesama orang aceh tamiang harusaling membantu :D

      Hapus